Pernahkah
kita berfikir bahwa dalam diri kita selalu terselimuti hawa nafsu yang
terkadang kita sendiri tidak menyadarinya. Dalam satu sisi nafsu tersebut
mungkin bisa dikendalikan, tapi di sisi lain nafsu itu bahkan bisa berkembang
menjadi sebuah ketamakan. Pada akhirnya semua akan menjadi bumerang yang akan
merugikan diri sendiri.
Sejenak
mungkin kita bisa belajar dari pengalaman seorang Raka ketika ia diundang oleh
Pak Lurah untuk memimipin do’a pada acara Tahlilan di rumahnya. Menurut kabar
yang ia dengar, pak Lurah telah menyembelih dua sapi untuk hidangan para
undangan pada acara itu. Betapa girangnya hati Raka mendengar kabar tersebut.
Ia pun mempersiapkan segalanya termasuk do’a yang akan ia perpanjang dalam
acara tersebut.




