Rabu, 13 Maret 2013

Kolom : Pohon Si Kakek Tua


Masalah memang tak pernah lepas, hidup memang penuh cobaan dan tanggung jawab. Hanya orang bodoh yang tidak mau punya masalah.
Diceritakan ada seorang kakek yang mempunyai kebiasaan aneh, dia selalu memegang daun yang berada di depan rumahnya ketika pulang dari kerja. Dia adalah seorang pekerja yang sangat rajin, penuh perhatian, kasih sayang dan kelembutan terhadap keluarganya. Ketika dia ditanya mengapa dia melakukan hal seperti ini?, selalu memegang daun yang berada di dekat pintu rumahnya ketika sepulang dari bekerja, dia hanya tersenyum penuh rahasia. Tak ada yang tahu sebab yang mendasarinya untuk melakukan hal tersebut.
Pada suatu hari, cucunya yang paling besar, mengalami kebangkrutan yang luar biasa. Hartanya habis dan sebagian lagi disita oleh pihak bank karena terlilit hutang. Dia pulang dengan wajah kusut. Dan sejak saat itu dia menjadi pendiam dan sering mengurung diri.
Kakeknyapun akhirnya tidak tahan dengan apa yang terjadi pada cucu kesayangannya. Dia mendekatinya dan bertanya tentang sebab terjadinya perubahan yang di alami cucunya. Cucunya pun menjawab dan mengutarakan dengan jujur semua masalahnya. Si kakek faham dengan apa yang terjadi pada sang cucu. Ia pun berkata “Cucuku, tahukah kamu sebab diriku selalu memegang daun pohon yang berada di depan rumah kita?”. Cucunya menggeleng, pertanda tak mengetahui. ”Tahu kah kamu bahwa hidup adalah masalah, jika seseorang telah memutuskan untuk tidak mempunyai masalah berarti dia memutuskan untuk mati. Dan tahukah kamu alasan kakek selalu memegang pohon yang berada di depan pintu rumah kita?”. Cucunya pun kembali menggeleng. “karena kakek selalu meletakan masalah yang kakek dapat setelah bekerja, di pohon kita. Karena kakek tak mau kalian melihat masalah yang sedang kakek hadapi. Kakek selalu berusaha tersenyum. Kakek melepas semua masalah yang berada di luar karena tak mau kalian melihatnya. Pohon tersebut sangatlah berjasa bagi kakek”. Cucunya pun mengangguk faham dengan apa yang di maksudkan kakeknya “Tapi kek masalahku teramat berat, mungkin hanya aku yang mengalaminya”. Si kakek  tersenyum mendengar penuturan cucunya. ”Dengarlah cucuku, semua masalah itu sama, besar kecil bukanlah ukuran. Kita ibaratkan saja dengan segelas air sebagai masalah yang kecil dan seonggok batu sebagai masalah yang besar. Segelas air kita coba angkat selama satu jam, maka kita akan merasakan nyeri di tangan kita, kemudian kita coba mengangkatnya selama satu hari, maka kita akan mati rasa di sekujur tubuh kita. Dan kita coba mengangkatnya selama satu bulan, maka kita akan mati dibuatnya. Berbeda jika kita meletakkannya ditempatnya, maka kita akan merasa ringan dan nyaman. Sebesar apapun masalah kita, walaupun sebesar batu jika kita meletakkannya, maka masalah tersebut menjadi ringan. Si cucu faham dengan apa yang dimaksudkan oleh kakek tadi, dia pun tersenyum diikuti pelukan kasih sayang keduanya. ” Trimakasih kek.........”. kata sang cucu berkaca-kaca.
Setelah kejadian itu sang cucu pun kembali menemukan hidupnya. Dia terus berusaha hingga menjadi orang yang sukses. Dan tak lama setelah itu si kakek pun meninggal diikuti dengan pesan terakhirnya. “Ku wariskan pohon itu kepadamu”.
Oleh : Mass kalampayan
C1  10 Slalu jaya
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makasih telah berkomentar