Jumat, 26 April 2013

Dunia Islam: Islam ala jawa di Suriname Amerika selatan



Mengenal Negeri Suriname

Pernah dengar tentang orang Indonesia yang diasingkan ke luar negeri? Nah, salah satu negara yang jadi tujuannya adalah Suriname. Salah satu negara di Amerika Selatan yang berbatasan dengan Guyana Perancis di timur dan Guyana di barat. Di selatan berbatasan dengan Brasil dan di utara dengan Samudra Atlantik. Dengan lahan subur seluas 163.820 km2. Negara ini menjadi penghasil bouksit (bahan alumunium) terbesar di dunia.

Mungkin kalian tidak mengetahui bahwa Negara yang merdeka pada 25 Nopember 1975 M. ini sering disebut sebagai “Indonesia Sebelah Barat”.  Ada kisah menarik mengenai agama dan tradisi yang bisa kita pelajari di negara bekas jajahan Belanda ini. Pada akhir 1800an Negara Belanda pernah mendatangkan kuli kontrak dari berbagai negara yang diantaranya dari Jawa, India, Cina dan Timur Tengah. Kurang lebih 33,000 orang Jawa Tengah dan Jawa Timur diangkut ke negeri tersebut. mereka diberi janji manis bisa menjadi kaya sepulangnya dari sana. tapi kenyataanya mereka malah menjadi kuli kontrak selama lima tahun di perkebunan tebu dan coklat. Setelah selesai masa kontrak, orang-orang Jawa ini terlalu malu dan miskin untuk pulang. Akhirnya mereka menetap disana dan saling menikah. Sebenaranya ada banyak cara yang dilakukan belanda untuk mengangkut orang-orang jawa ke Suriname, namun sebagian besar mereka dipaksa atau diculik dari desa-desa. Selain orang jawa ada pula orang-orang Madura, Sunda, Batak, dan daerah lain yang keturunannya menjadi orang Jawa semua di sana.

Keturunan Jawa di Suriname

 Sampai saat ini keturunan Jawa menjadi etnis keempat terbesar setelah Creole (campuran belanda dan afrika), hindustan (India) dan marun (afrika). Mungkin kalian tidak menyangka kalau di sana juga ada desa yang bernama Tamanredjo, Tamansari dan desa lain yang berbau jawa. Yah, Orang Jawa Suriname sesungguhnya tetap ada kerabat di Tanah Jawa walau hidupnya jauh terpisah samudra. Itu sebabnya Bahasa Jawa tetap lestari di daerah Suriname. Tahukah anda Seedorf adalah orang Suriname, yang kakeknya merupakan orang JAwa. Clarence Seedorf lahir di Paramirabo, Suriname pada tanggal 1 April 1976. Pemain sepak bola berkewarganegaraan Belanda yang berposisi sebagai pemain tengah ini bergabung pada AC Milan pada tahun 2002 dan menjadi langganan untuk memperkuat timnas Belanda.

Dalam masa-masa sulit kesatuan dan kekerabatan orang Jawa dipertahankan melalui tradisi. Selamatan dan upacara tradisi seperti sunatan, mitoni, pernikahan, hari-hari peringatan kematian terus dilakukan. Peringatan kematian masih terus dilakukan hingga satu, dua tahun dan satu windunya. Upacara bersih desa yang dipersembahkan untuk Dewi Sri diselenggarakan selama musim panen padi. Dalam upacara ini dilakukan pagelaran wayang kulit. Wayang kulit dan gamelan yang digunakan diturunkan dari generasi ke generasi, dan sudah tidak ada orang yang bisa membuatnya lagi.
Cahaya Islam bersinar terang

Cahaya Islam juga bersinar terang di Suriname. Data statistik menunjukkan bahwa Islam di negeri tersebut mencapai 15,9% dari jumlah penduduk, menduduki peringkat ketiga setelah agama Kristen dan Hindu. Dari seluruh umat Islam di Suriname, yang terbanyak berasal dari suku Jawa, 69,6 % sedangkan yang lain berasal dari Hindustan 23,6 % dan suku-suku lain. Keyakinan Islam orang Jawa di Suriname tidak sama dengan yang dipraktekan orang islam di Jawa sekarang. Islam ini lebih bercampur dengan Kejawen. Barangkali bisa dibuat kesimpulan bahwa agama islam dan tradisi di pulau Jawa pada abad ke 19 adalah kurang lebih sama seperti yang masih dipraktekkan orang jawa di Suriname. Hilang kontak dengan pulau Jawa menjadikan pengetahuan dan tradisi yang dipraktekkan tidak berkembang secara sama dan sebangun dengan yang ada di Jawa, menjadikan mereka contoh hidup kebudayaaan Jawa abad 19, kurang lebihnya.
[istahi@gi dari berbagai sumber]g lebihnya.
 [istahi@gi dari berbagai sumber]

1 komentar:

  1. Saya termasuk pemethati kehidupan orang jawa suriname karena secara emosional juga ada kerabat kakek saya yg dibawa belanda kesana tahun 1920an dan kini saya banyak punya teman di FB dari Suriname.
    Dalam kehidupan spiritual keagamaan memang masih banyak yg Islam bercampur kejawen, tetapi seiring waktu juga banyak yg sudah modern pengetahuan keislamannya sehingga ritual ritual kejawen mulai ditinggalkan..
    Sampai kini masih ada solat dengan 2 kiblat menghadap kebarat yg turunan terinspirasi dari nenek moyangnya yang dari Jawa Indonesia solat kiblatnya ke barat.
    Tapi secara geografis mestinya ke baitullah lebih cocok menghadap ke timur dan pembaharu Islam disana ada namanya Ustad Dr H Sudirman Muntari yg mempelopori perubahan dan pembaharuan keislaman disana.
    Salam semoga bermanfaat

    BalasHapus

Makasih telah berkomentar