Selasa, 17 Desember 2013

Meneladani Syaikhina KH. Abdullah Faqih


Tiada ungkapan yang bisa sebanding dengan keteladan beliau. segala sifat, prilaku, dan tutur katanya begitu kental dengan apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Mulai dari kesederhanaan, ketawadhu’an, ketulusan, keikhlasan, kesabaran, keilmuan, kewira’ian dan lain-lain, semua melekat pada jiwa beliau. Dari situlah muncul suri tauladan yang sepatutnya dicontoh oleh para santri.

Mungkin akan menghabiskan banyak tinta untuk mengkisahkan berapa banyak suri tauladan yang beliau berikan kepada kita semua. Namun agaknya sebagian sifat atau prilaku beliau ini akan memberikan cerminan bagi kita untuk mencontoh syaikhina.


Ø  kesederhanaan

Sifat qona’ah selalu menyertai kehidupan syaikhina, hal itu terbukti dengan rumah beliau yang cukup sederhana. Beliau tidak pernah tergiur oleh gemerlap dunia karena kehidupan dunia tidak selamanya abadi. Selain itu Baju dan songkok berwarna putih yang dikenakannya sehari-hari pun juga menunjukan sebuah kesederhanaan syakhina, dalam artian beliau tidak neko-neko. Tidak hanya itu, dalam rutinitasnya, beliau hanya memiliki tiga buah sarung yang biasa beliau kenakan setiap hari, padahal kalau dihitung, betapa banyak sarung yang dihadiahkan kepadanya, namun bagi syakhina tiga sarung sudah cukup. Dan beliau memberikan sarung-sarung tersebut kepada orang lain.

Ø  keikhlasan

Betapa besar perjuangan beliau dalam memperjuangkan agama yang dibawa oleh rosulullah SAW. Perjuangan itu lebih banyak beliau curahkan ke pesantren dengan mendidik para santri agar menjadi insan yang mulia. Semua itu beliau lakukan dengan keikhlasan yang tulus dari hatinya. syaikhina hanya menginginkan santri-santrinya mendapatkan ilmu yang manfaat sehingga mereka bisa mengamalkan dan turut meneruskan perjuangan beliau.  Terbukti, dengan keikhlasan syaikhina mendidik mereka, kini banyak santri yang menjadi kyai-kyai besar di daerah mereka.

Ø  Kedisiplinan dan istiqomah

Alangkah besar ketekunan dan kedisiplinan beliau, walaupun di usianya yang senja, beliau masih eksis meneggunakan sebagian besar waktunya untuk mengajar para santri. berawal dari pagi beliau membalah kitab Fathul Mu’in untuk santri musyawirin, kemudian sehabis dhuhur beliau membalah kitab Ihya’ Ulumuddin untuk santri selain tingkatan Ibtida’iyah, setelah itu sehabis sholat asyar beliau membalah kitab lagi, yang ini kitabnya kondisional untuk seluruh kalangan santri dan yang terakhir beliau membalah kitab tafsir untuk santri  Aliah setelah jamaah isya’. Isiqomah dan selalu tekun dalam menjalaninya, itulah yang beliau terapkan sehari hari. mulai dari jamaah, wiridan, mengaji, istirahat bahkan untuk melayani tamu pun beliau ada jadwal khusus untuknya.

Semua sifat-sifat, perilaku dan tutur kata beliau selalu mencerminkan keteladanan yang terus menerus mengguyur para santri. Mulai dari kesederhanaan, keikhlasan, ketawadhu’an, kesabaran, kepedulian, keilmuan, kewira’ian dan lain-lain. Semua seakan tak pernah berhenti beliau terapkan untuk kita contoh. Sepatutnya bagi kita yang menjadi santrinya untuk mengungkapkan rasa cinta yang lebih kepada beliau. karena selain menyalurkan ilmu yang tiada henti, beliau juga memberikan tauladan yang baik untuk kita tiru dan kita lakukan sehari-hari. Dengan demikian marilah kita meneladani syaikina!.
BY: Istahilagi



Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makasih telah berkomentar