Jumat, 16 Agustus 2013

Profil Pondok Pesantren Al-Ishlah Bungah Gresik


Bermula dari keinginan beberapa orang / santri untuk menimba ilmu keagamaan, berguru dan mengaji kitab kuning (at-Turaath al-Islamy) kepada KH. Ahmad Maimun Adnan secara sorogan dengan sistem halaqah secara sederhana. Pengajian halaqah ini kemudian terus berkembang dari tahun ke tahun, begitu juga dengan jumlah santri yang mengaji. Semakin banyak santri yang menetap atau mondok dan mengaji di tempat KH. Ahmad Maimun Adnan, semakin tidak memadai tempat tinggal atau asrama pondokan untuk para santri.


Dengan semangat menuntut ilmu keagamaan dalam rangka Tafaqquh fi ad-Diin dan semangat berkorban dan berjuang Li i’laa i Kalimatillah meninggikan kalimah Allah (swt), maka atas inisiatif para santri, mereka mendirikan gubuk gubuk sederhana atau pondokan sederhana di sekitar rumah KH. Ahmad Maimun Adnan supaya dapat menetap dan mondok serta menimba ilmu keagamaan dari sang Kyai. Melihat perkembangan pengajian halaqah yang sedemikan rupa, para santri berinisiatif untuk mengadakan musyawarah diantara mereka, yang intinya bahwa mereka memerlukan wadah atau Pondok Pesantren yang dapat digunakan sebagai tempat pendidikan dan pengajaran yang berkualitas dalam rangka Tafaqquh fi ad-Diin dan sebagai tempat berjuang Li i’laa i Kalimatillah meninggikan kalimah Allah (swt). Keinginan para santri tersebut bahwa mereka memerlukan wadah Pondok Pesantren sudah bulat dan bahwa pendirian Pondok Pesantren sudah merupakan suatu kebutuhan. Dengan niatan tulus ikhlas dan mencari ridha Allah (swt), para santri itu kemudian sowan dan matur kepada KH. Ahmad Maimun Adnan bahwa mendirikan Pondok Pesantren sebagai tempat pendidikan dan pengajaran yang berkualitas dalam rangka Tafaqquh fi ad-Diin dan sebagai tempat berjuang Li i’laa i Kalimatillah meninggikan kalimah Allah (swt) sudah merupakan suatu kebutuhan guna meningkatkan mutu dan kebaikan dalam menuntut ilmu pengetahuan. Setelah mendengar penjelasan para santri bahwa mendirikan Pondok Pesantren sudah merupakan suatu kebutuhan guna mencapai yang lebih baik, maka pada akhirnya KH. Ahmad Maimun Adnan menyetujui untuk mendirikan Pondok Pesantren sebagaimana keinginan para santri tersebut. Sebagai catatan bahwa pada waktu itu, KH. Ahmad Maimun Adnan adalah ketua Yayasan Pondok Pesantren “Qomaruddin” Bungah Gresik.

Pada tahun 1962, beliau bersama teman-teman beliau mendirikan Madrasah Tsanawiyyah Assa’adah Bungah, kemudian menyusul mendirikan Madarasah Aliyah Assa’adah Bungah. Beliau juga yang mempunyai inisiatif dan gagasan serta menjadi pioneer yang mempelopori pendirian Perguruan Tinggi (STAI) Qomaruddin Bungah. Sebagai orang yang masih mempunyai hubungan keluarga dengan mbah Kyai Qomaruddin, beliau selalu mengajarkan untuk memberikan sesuatu yang baik kepada masyarakat, memberikan kontribusi yang manfaat kepada masyarakat dan berjasa, tetapi jangan minta jasa dan mengharapkan penghargaan. Sebab setiap yang berjasa, pasti akan mendapatkan jasa dan penghargaan dengan sendirinya. Itulah sebagian dari kontribusi dan jasa yang pernah diberikan oleh KH. Ahmad Maimun Adnan di dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Sebagai ketua Yayasan Pondok Pesantren “Qomaruddin” Bungah dan karena memang di Bungah sudah berdiri Pondok Pesantren “Qomaruddin”, Beliaupun bersilaturrahim dan sowan kepada KH. M. Sholih (mbah Sholih) yang pada waktu itu sebagai pemangku Pondok Pesantren “Qomaruddin” Bungah untuk mengutarakan niatan dan keinginan para santri yang mengaji di tempat  beliau dalam mendirikan Pondok Pesantren.  KH. M. Sholih (mbah Sholih) setelah mendengar penjelasan dari KH. Ahmad maimun Adnan, beliau menyetujui pendirian Pondok Pesantren oleh KH. Ahmad Maimun Adnan guna saling melengkapi dan dapat melakukan synergi di dunia pendidikan dan pengajaran di desa Bungah.

Akhirnya pada tahun 1982, secara resmi Pondok Pesantren al-Ishlah berdiri di desa Bungah, kecamatan Bungah, kabupaten Gresik Jawa Timur. Pondok Pesantren al-Ishlah adalah merupakan kerabat dan keluarga dari Pondok Pesantren “Qomaruddin” Bungah, meski masing masing mempunyai karakter dan kepribadian sendiri sendiri. Pondok Pesantren al-Ishlah bukan saja tempat untuk menimba ilmu dunia tapi juga mengajarkan ilmu akhirat, dengan visi:

“MENJADIKAN PONDOK PESANTREN AL-ISHLAH BUNGAH GRESIK SEBAGAI INSTITUSI PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN YANG BERKUALITAS DALAM RANGKA TAFAQQUH FI AD-DIIN  (CENTRE FOR EXCELLENCE IN TEACHING AND EDUCATION FOR ALL) DAN TEMPAT PERJUANGAN FI-SABILILLAH UNTUK MENINGGIKAN KALIMAH ALLAH (swt).”

Pondok Pesantren al-Ishlah juga mempunyai jiwa atau ruh yang tercermin dalam panca jiwa Pondok dan akan terus bersemanyam di dalam diri Pondok serta menyertai perjalanan Pondok sampai akhir hayatnya. Adapun panca jiwa Pondok Pesantren al-Ishlah sebagaimana yang telah dirumuskan oleh pendirinya adalah sebagai berikut:

  1. Jiwa Keikhlasan
  2. Jiwa Kesederhanaan
  3. Jiwa Kesanggupan Menolong Diri Sendiri / Berdikari
  4. Jiwa Ukhuwwah Islamiyah dan Ukhuwwah Basyariyah
  5. Jiwa Bebas (Bebas dalam berfikir, tidak mudah terpengaruh oleh hal negative)

Prinsip dan metode pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren al-Ishlah Bungah ini sebagaimana yang telah dirumuskan oleh pendirinya KH. Ahmad Maimun Adnan adalah dengan menerapkan lima tahapan dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran yaitu :
  1. Mendidik dengan memberi contoh yang baik
  2. Mendidik dengan cara membiasakan yang baik
  3. Mendidik dengan cara memberikan nasihat dan bimbingan
  4. Mendidik dengan cara memberikan pengawasan
  5. Mendidik dengan cara memberikan hukuman atas suatu kesalahan
Alhamdulillah, dari tahun ke tahun perkembangan Pondok Pesantren al-Ishlah terus mengalami kemajuan baik dari segi fisik maupun jumlah santri yang menetap di Pondok. Melihat perkembangan yang sedemikian rupa, Pondok Pesantren al-Ishlah kemudian mendirikan pendidikan dan pengajaran dengan sistem klasikal, maka berdirilah Madarasah Diniyyah pada tahun 1986. Berdirinya Madarasah Diniyyah ini mendapatkan response yang sangat antusias dan response positif dari masyarakat Bungah dan sekitarnya.

Memasuki millennium ketiga, tepatnya pada tahun 2008 Pondok Pesantren al-Ishlah Bungah mencoba mengintegrasikan pendidikan pondok pesantren ke dalam sistem Pendidikan Nasional dengan mendirikan SMP al-Ishlah (Sekolah Menengah Pertama al-Ishlah) terpadu, sebagai pengembangan dari Madarasah Diniyyah yang sudah ada, yang menekankan prinsip learning  by doing  serta menerapkan pendidikan dan pengajaran full day school di mana para santri diwajibkan menetap dan tinggal di asrama selama 24 jam. Pendirian dan pembangunan SMP al-Ishlah Bungah ini diawali dengan pembangunan masjid al-Ishlah yang dimulai pada tahun 1996. Tiga tahun berikutnya pada tahun 2011, berdirilah MA (Madrasah Aliyah Al-Ishlah), guna melengkapi sekolah menegah pertama.

Berdirinya SMP & MA al-Ishlah ini bukanlah untuk melakukan persaingan dan kompetisi dengan lembaga pendidikan yang sudah ada, akan tetapi keberadaan SMP & MA al-Ishlah adalah untuk saling melengkapi dan bersynergi dengan lembaga lembaga pendidikan lain dalam melahirkan santri dan generasi Muslim yang berkualitas yang sejalan dengan tujuan Pendidikan Nasional dalam rangka mencerdaskan bangsa dan berusaha mencapai terbentuknya manusia Indonesia seutuhnya yang beriman dan bertaqwa (IMTAQ), berilmu pengetahuan dan mempunyai kemampuan teknologi (IPTEK) serta berbudi pekerti luhur, cerdas, terampil, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian mantap dan mandiri serta memiliki rasa tanggung jawab baik terhadap dirinya, agama, masyarakat, bangsa dan Negara.

Semoga perjalanan Pondok Pesantren al-Ishlah Bungah selalu mendapatkan rahmat dan barakah dari Allah (swt) serta mendapatkan petunjuk dan hidayahNYA sampai akhir hayat Pondok.

Artikel ini diambil dari : http://al-ishlah.com/
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makasih telah berkomentar