Selasa, 04 Juni 2013

Pop Islami: Langit Yang Mengembalikan


Al Qur’an sebagai Kalamullah merupakan mu’jizat paling agung yang diturunkan oleh Allah kepada makhluk yang paling utama yaitu Rasulullah Muhammad Saw. Al Qur’an berfungsi sebagai pedoman utama bagi seluruh makhluk. Karena tidak ada yang mampu menyamai, atau bahkan menandinginya. Begitu pula keberadaannya yang tak lekang oleh waktu. Al Qur’an selalu dapat dibuktikan kerelevanannya dari zaman dahulu, sekarang dan zaman yang akan datang. Seperti pada ayat Al Qur'an yang mengacu pada fungsi "pengembalian" yang dimiliki langit tertuang dalam ayat ke-11 Surat Ath Thaariq yang berbunyi:
 وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ
"Demi langit yang mengandung hujan."
Kata yang ditafsirkan sebagai "mengandung hujan" dalam terjemahan Al Qur'an ini juga bermakna "mengirim kembali" atau "mengembalikan".

Sebagaimana diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri dari sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi "pengembalian" dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.

Lapisan Troposfir. Lapisan  yang terletak antara 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi ini memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh, sehingga membentuk sekupulan awan comulonimbus dan turun kembali ke bumi sebagai hujan pada keadaan tertentu.

Pada ketinggian 25 km di atas permukaan bumi, terdapat lapisan ozon, yang berfungsi memantulkan radiasi berbahaya dan sinar Ultraviolet yang datang dari ruang angkasa lalu mengembalikan keduanya ke ruang angkasa. Sehingga tingkat pemaparan radiasi dan sinar ultraviolet  tersebut menjadi berkurang.

Jauh di atas lapisan Ozon tredapat Ionosfir yang dapat  memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya secara global, persis seperti kegunaan satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, dan memancarkan siaran Radio dan Televisi pada jarak yang cukup jauh.

Adapula lapisan Magnet yang memantulkan kembali partikel-partikel Radioaktif berbahaya yang dipancarkan Matahari dan bintang-bintang lainnya ke ruang angkasa sebelum mencapai permukaan Bumi.

Semua keterangan di atas bukanlah terjadi secara kebetulan saja. Sifat lapisan-lapisan langit yang baru dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, telah dinyatakan berabad-abad lalu dalam Al Qur'an. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah yang dapat dipastikan kebenarannya di semua zaman.

disarikan dari: Kumpulan Artikel Harun Yahya
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makasih telah berkomentar