Sabtu, 25 Mei 2013

Opini Remaja : Awas ABABIL!!!




*Adzikro@l_aqso
Salam sobat Romansa, udah lama banget rasanya nggak nyapa kalian, jadi kangen, buat ngobatin kangen itu aku mau nyerocos agak banyak di rubric ini, nggak papa kan…!thank’s.

Tentunya kita sudah akrab banget dengan kata ‘Remaja’ donk….!, sebuah kata yang sekarang menjadi status kita. Yup, remaja, muda, ABG, adalah memiliki satu arti, masa setelah kecil sebelum beranjak dewasa, masa yang menegangkan, masa yang mengkhawatirkan, tapi juga masa yang penuh dengan peluang, penuh dengan gejolak kesemangatan, pokoknya kata orang-orang masa remaja adalah masa paling indah.


Masa remaja adalah masa yang cukup membingungkan, kok bisa? Iya lah, secara, kita yang baru melepas status kecil atau anak-anak, tentunya nggak begitu aja bisa bener-bener lepas, sisa-sisa kebiasaan, atau mungkin sifat-sifat kekanak-kanakan tak jarang masih melekat. Mau tampil dewasa belum cocok, tampil kekanak-kanakan udah kegedean, serba repot. Mak Dar It (Maka dari itu),di antaranya ahli tata busana sekarang berlomba-lomba buat  ngebikin trend-trend baru khusus buat para remaja, tak lain agar para remaja tidak kesulitan buat bergaya. Sajian televise, baik film, music, dan reality show lain juga banyak memberikan tayangan yang mendidik dan pas buat remaja. Tapi, semua itu bukan menjadi obyek bidikan tulisan kali ini. So, kita lebih menyorot lebih intens tentang gaya hidup remaja yang mulai meresahkan, dan agaknya menyeleweng dari koridor keremajaan.

Dewasa ini, kita sebagai remaja wajib buat bersyukur, Why? Sebab kita di tempatkan dalam sebuah tempat teraman dan ternyaman, yang lebih menjamin terlahirnya remaja-remaja berpribadi luhur. Lihat saja remaja-remaja di luar sana, semua sudah tak terkendali, para orang tua sudah lepas tangan terhadap problem remaja, bagi mereka anak-anknya sekolah, berhasil itu saja, akankah mereka memikirkan moral bangsa jika tingkah remaja sebegitu menyedihkannya. Remaja kota, terutama, kehidupan mereka sama sekali tak tersentuh oleh nilai-nilai keagamaan, hanya kata ‘Senang’ yang terpikirkan. Mulai dandanan, sama sekali tak mencerminkan kesopanan adat ketimuran, ditambah lagi perilaku, semua sudah di ujung tanduk.

Once more, kita harus bersyukur ada di ma’had ini, aktifitas kita begitu agamis, syarat akan kesantunan, jangan sekali-kali berfikir untuk menyesal, andai kita hidup di luar sana, bisakah kita menjamin kita bisa sholat jama’ah lima waktu? Bisakah kita terus membaca Al Qur’an setiap waktu?bisakah kita menjaga mata dari hawa yang semakin centil tebar pesona?. Kita adalah saksi dari remaja yang hancur, remaja yang saat ini menjadi sasaran empuk untuk meruntuhkan nilai islam. Budaya-budaya barat dengan kemasan cantik dijual murah untuk para remaja, dan dengan mudahnya para ABG labil tertarik lalu membelinya, tanpa lagi membaca komposisinya, dampak baik buruknya, semua ditelan tanpa sisa, dan mereka seakan belum sadar bahwa tubuh islam melalui mereka telah digerogoti dengan begitu ganasnya, tingggal menunggu masanya saja.

Remaja, entah masih bisakah secercah harap dibebankan pada mereka, lalu mau dibawa kemana nasib bangsa, nasib islam, jika para ABG semakin labil, mudah dipengaruhi dan tak terkendali. Mulai saat ini, sesuai dengan kapasitas kita, remaja santri, yah…kita mempeng ngajinya, tidak malas, dan selalu menamkan kata semangat dalam nurani demi perjuangan para ulama’ terdahulu, dan perlu juga kita sebagai remaja untuk tetap waspada, sebab  (ABG Labil) ada di mana-mana, dan jangan-jangan kita adalah Ababbil itu. Awas Ababil…!!!  
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makasih telah berkomentar