Senin, 02 September 2013

Opini Remaja: Jangan Gitu..! Aku Malu...




Saat Malu Menjadi Baik Atau Harus Dibuang

Hai bray... Masih sehatkah kalian.. Yah, kalau gak sehat mana mungkin kalian ada disini.. Paling juga kalian akan tiduran di kamar, atau izin pulang dengan alasan sakit, nah udah gitu minta surat keterangan Dokter biar izinnya lama... yach.itu lagu lama.. Syukurlah kali ini semua sehat-sehat saja..

Sobat, pernah gak kalian merasa malu ketika melakukan sesuatu. Gak usah mikir, jawabanya pasti pernah, iya kan. Misalnya aja ketika disuruh ngomong di depan banyak orang , atau ketika inggin ngomong pada sesorang yang derajatnya di atas kalian, sobat-sobat pasti ada yang merasa malu. Secara, itukan sifat manusia juga, iya gak. Nah bray.., sebenarnya baik enggak sih kalau kita punya sifat malu..
dalam Hadits kan juga pernah disebutkan “jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu”. Kenapa kita harus malu. Tapi kalau kelakuan kita malah gak karuan, apa itu pantas untuk dilakukan. Yang ada malah kita yang malu-maluin. ihhh jangan sampek kale.. Jadi, sifat malu juga ada yang harus kita punya dan ada pula yang harus kita musnahkan.. Lalu, malu yang seperti apa itu..?

Ok bray..pertama, kita harusnya malu kepada Allah. Ini adalah sifat malu yang harus kita punya. Pertanyaanya adalah, gimana caranya kita malu kepada Allah?. Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda ”barang siapa yang menjaga kepala dan sekelilingnya, perut dan sekitarnya, meninggalkan kesenangan dunia, ingat pada kematian dan cobaan, maka ia sungguh telah berbuat malu kepada Allah.” Nah sudah jelaskan. pokoknya kita harus jauh-jauh dari maksiat, dan terus ingat kepada Allah. Sekarang ketika sudah berhadapan denganNYA, kita kadang-kadang juga ada rasa malu kepadaNYA. Itu sih baik, tapi masak kadang-kadang, harusnya harusnyakan selalu. Namun, masalahnya adalah kita juga sering punya rasa malu ke yang lain, siapa lagi kalau bukan manusia. Nah yang ini yang harus dijauhin, masak gara-gara malu dilihatin orang kita gak jadi beribadah atau jadi beribadah tapi gak khusyuk. Jangan sampai kita punya sifat riya’, apa lagi syirik. Iya gak bray..

Selain malu kepada Allah, ada juga sifat malu yang harus kita miliki, yaitu malu kepada manusia. Tapi malu yang ini juga ada yang harus kita jauhin loh... Ok, kita kupas yang pertama dulu, malu yang harus kita punya adalah malu yang bisa mengangkat derajat kita. Masak iya malu bisa mengangkat derajat orang.? Yah belum tahu nih.. gini bray,, kita ambil contohnya saja .. saat kalian berada di depan Asatidz atau Masyayikh apa yang kalian lakukan. kalian pasti akan menjaga sikap dan tata karma sesantun mungkin.. coba deh kalau kalian bergurau,atau berteriak-teriak kayak orang gila .. pasti derajat kalian akan turun, kalian akan dianggap rendah di mata mereka. Misalnya lagi ketika ada seseorang diajak oleh  temannya untuk berbuat yang gak karuan. Jika dia anak baik-baik, pasti akan menolaknya. Saat itu juga dia akan bilang  “ jangan gitu.. aku malu”. Dengan begitu nama dia akan tetap baik dimata orang. Nah bray.. udah tahu kan, malu yang bisa mengangkat derajat orang.?. sekarang kita beranjak ke malu yang ke dua, malu yang ini harus dibuang jauh-jauh. Sejauh mungkin, sampai ke planet Pluto sekalian. karena diakui atau tidak kita pasti pernah mengalaminya. Ok, kalian pasti penasaran, malu yang gimana sih yang dimaksud. Gini bray.. coba deh.. kira-kira kalian pernah gak, ketika disuruh orang berbuat baik kalian gak mau karena malu melakukanya.  Nah ini yang harus kita buang. malu yang kayak gini yang akan menjadi virus dalam diri kita. selanjutnya mental kita akan lembek kayak tempe yang udah jamuran. (Emang tempe jamuran kalee..). Jadi kesimpulanya adalah jika kita ingin jadi anak yang baik-baik, kita harus punya sifat malu ketika berbuat yang gak baik, pun juga ketika berbuat baik. Agar kebaikan yang kita perbuat akan tetap baik-baik saja di mata orang yang baik.
* Istahilagi


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makasih telah berkomentar