Rabu, 13 Maret 2013

Hari Ini Adalah Harimu


Hari ini milik anda. Jika berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang, hari yang saat ini mataharinya menyinari anda, dan siangnya menyapa anda, inilah hari anda.
 Umur anda, mungkin tinggal hari ini. Maka anggaplah masa hidup anda hanya hari ini, atau seakan-akan anda dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu,  hidup anda tak akan tercabik di antara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidak pastian dan acap kali menakutkan.
Pada hari ini pula, sebaiknya anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, anda harus bertekad mempersembahkan kualitas sholat yang paling khusu’, bacaan al-qur’an yang sarat dengan tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Alloh berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.
Pada hari di mana anda hidup saat inilah sebaiknya anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu.
Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Beristighfarlah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya. Bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, istri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu dan jabatan anda hari ini dengan penuh keridhoan.
“Maka berpegang teguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur”.(Qs. Al-a’rof 144).
Hiduplah pada hari ini tanpa adanya kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian. Jangan lupa, hendaklah anda goreskan pada dinding hati anda satu kalimat(bila perlu anda tulis pula di atas meja kerja anda). “Harimu adalah hari ini, yakni, bila hari ini anda dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari(yang belum tentu ada) itu akan merugikan anda? Jika anda dapat meminum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa anda harus bersedih atas air asin yang anda minum kemarin, atau menghawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi?
 Jika anda  percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekat yang kuat anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: “aku hanya akan hidup hari ini” Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan , mengembangkan semua potensi dan mensucikan setiap amalan.
Dan itu akan membuat anda berkata dalam hati “Hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan membicarakan kejelekan orang lain.


By; Ibnussaja’
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makasih telah berkomentar