Rabu, 13 Maret 2013

2012 masih malu untuk bersholawat ????



Bumi langitan bergoncang akan sholawat, terlihat di sana sini para santri menyenandungkan pujaan kepada sang pujangga. Keadaan tersebut di mulai katika peraturan adanya terbang dan menggunakan mic di perbolehkan oleh majlis masayikh, apalagi ketika terselenggaranya perlombaan banjari yang diadakan oleh AMM, yang membuat semangat mereka (para pecinta) semakin menggebu tak terkira, hal ini di buktikan akan terdengarnya bunyi terbang di asrama-asrama yang ada. Ya....... Walaupun di sana sini terdengar bunyi sholawat, tetapi tertap saja ada oknum yang mempeloporkan lagu-lagu cinta yang pasif & cengeng.
                Dan walaupun begitu, masih saja ada ada dari kaum santri remaja yang malu untuk bersholawat. Permasalahanya, kenapasih kamu semua malu.
Nggak usah malu, kita di sini sama, sama makan nasinya. Atau ketika acara kamu takut megang mic?, tinggal di pegang aja kok repot. Suara nggak enak ..?..... em........... jadi itu problem kamu, oke deh.. sekarang, baca ulasan berikut ini ;
Suara itu nggak perlu enak, yang penting indah.
A.       Pada dasarnya yang menjadikan suara enak adalah karena memang suara seseorang itu enak. Tapi, suara enak adalah suara naif yang tak membekas di hati pendengar. Suara tersebut tidak menimbulkan apapun kecuali kenikmatan sesaat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan suara layak disebut enak:
1.       Karena memang suaranya enak
2.       Orang tersebut istimewa bagi si pendengar
3.       Nama yang terlanjur sudah melangit
4.       Garis keturunan istimewa
Untuk poin terakhir juga sering menimbulkan suara yang indah.
B.      Suara indah adalah suara yang dapat memberikan ketenangan jiwa bagi si pecinta dan yang mendengarkanya. Adapun faktor yang menyebabkanya adalah hati yang selalu ingat pada ma’na dan mendalami akan isi kandungan yang ada.
Tapi memang terkadang ada orang yang memiliki suara enak  dan menjadi indah karenanya. Masih belum faham?.......... aduh capek deh.........
Begini, bayangin aja kalau suara yang enak itu adalah sebuah makanan. Kita memakanya dan merasakan kelezatan didalamnya, tapi setelah itu rasa tersebut akan hilang tak berbekas.
Sekarang, bayangin aja kalau suara yang indah adalah sebuah pemandangan. Kita menikmatinya dan merasakan ketentraman darinya. Walaupun pemandangan tersebut telah berlalu, tapi rasa tersebut akan selalu terbayang di hati kita.
So, kenapa harus malu bersholawat, yakinlah kalau kamu bisa menggetarkan hati orang lain dengan suara INDAH kamu, yakinlah kalau kamu bisa, nggak usah takut salah karena semua hal adalah latihan.
TAPI INGET, karena sholawat adalah bentuk-bentuk pujian yang agung, maka ada batasan-batasan yang harus di tetapi (harus menetapi adabnya), seperti sering kita lihat saat mahalul qiyam. (saat insya Allah, Nabi Muhammad  turun) kita malah tertawa, berjoget ria,  dan tidak mengindahkan ma’nanya, so, kenapa kita tak berubah mulai sekarang untuk menjadi REMAJA  yang lebih baik dan  di perhitungkan, bukanya di remehkan.                 
oleh       Kalampayan D’ Aurangzeb
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makasih telah berkomentar